Category Archives: Bahasa Indonesia

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) | Teks Deskripsi |Kelas 7 | Kurikulum K13 Revisi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Sekolah                                  : SMP Kharisma Bangsa

Mata Pelajaran                    : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                    : VII/ Satu

Materi Pokok                       : Teks Deskripsi

Alokasi Waktu                     :  X Pertemuan (6 JP)

 

  1. Kompetensi Inti

KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI-3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI-4: Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata,  tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah)    yang didengar dan dibaca.

 

3.1.1 Mengidentifikasi ciri, objek, dan tujuan teks deskripsi

3.1.2 Mengidentifikasi jenis teks deskripsi

3.1.3 Mendaftar  ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi

 

 

4.1 Menentukan  isi teks  deskripsi   objek (tempat wisata,  tempat bersejarah, suasana pentas seni daerah, dll)  yang didengar dan dibaca.

4.1.1 Menentukan perincian informasi dalam teks deskripsi

4.1.2 Membandingkan isi teks deskripsi satu dengan yang lain

 

 

  1. Tujuan Pembelajaran

 

Pertemuan pertama

Setelah membaca teks deskripsi, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan ciri, objek, dan tujuan teks deskripsi
  2. Menentukan jenis-jenis teks deskripsi
  3. Menjelaskan ciri pengunaan kebahasaan pada teks deskripsi (kata umum, kata khusus, kata sifat, majas, kata ganti orang)

 

Pertemuan kedua

Setelah membaca teks deskripsi, peserta didik dapat:

  1. Menuliskan topik pada teks deskripsi
  2. Menuliskan garis besar sebuah teks deskripsi
  3. Menuliskan perbedaan topik antara dua buah teks deskripsi
  4. Mengelompokkan persamaan dan perbedaan dua teks deskripsi

 

Fokus nilai-nilai sikap

  1. Kesantunan
  2. Tanggung jawab

 

  1. Materi Pembelajaran
  2. Materi Pembelajaran Reguler

(1) Fakta

  1. Contoh teks deskripsi

(2) Konsep

  1. Struktur teks deskripsi
  2. Unsur kebahasaan teks deskripsi
  3. Kaidah ejaan bahasa Indonesia.

 

(3) Prosedur

  1. Membandingkan teks deskripsi.

 

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Menulis ciri kebahasaan teks deskripsi secara berkelompok

 

  1. Materi Pembelajaran Remedial
  2. Kaidah ejaan bahasa Indonesia.
  3. Menentukan ciri teks deskripsi.

 

  1. Metode Pembelajaran

 

  1. Metode Ilmiah (Saintifik)
  2. Metode problem based learning

 

  1. Media dan Bahan

 

  1. Media
    • Deskripsi objek bersejarah
    • Teks Deskripsi
    • Tabel telaah teks

 

  1. Bahan
    • Kertas karton
    • Kertas plano
    • Lem/double tapes
    • Gunting, spidol

 

  1. Sumber Belajar

 

Harsiati, Titik. 2016.  Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Hlm. 1—17.

————-. 2016.  Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/M.Ts. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Hlm. 33—39.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (Elektronik)

Permendikbud No 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 30 November 2015.

 

  1. Langkah-langkah Pembelajaran

 

Pertemuan Pertama (3 JP)

 

Kegiatan Pendahuluan (8 menit)

  1. Siswa bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran
  2. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan pelajaran sebelumnya
  3. Siswa mencermati gambar tempat bersejarah (candi Borobudur)
  4. Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya tentang isi yang berkaitan dengan budaya yang terdapat pada tempat bersejarah pada gambar.
  5. Guru menyampaikan KI1, kompetensi dasar yang akan dicapai, yaitu mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi.
  6. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi, tujuan, dan manfaat pembelajaran
  7. Guru menyampaikan lingkup penilaian, yaitu pengetahuan dan keterampilan.

 

Kegiatan Inti (100 menit)

 

  1. Siswa membentuk kelompok, satu kelompok terdiri dari lima orang dengan cara berhitung 1-5, setiap siswa yang mendapat nomor yang sama bergabung dalam satu kelompok.
  2. Masing-masing kelompok diberikan teks deskripsi untuk diamati
  3. Siswa merumuskan pertanyaan tentang pengertian, ciri, objek, dan tujuan teks deskripsi
  4. Siswa merumuskan pertanyaan tentang jenis teks deskripsi
  5. Siswa merumuskan pertanyaan tentang ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi
  6. Setiap kelompok mengumpulkan data dan informasi tentang pengertian, ciri, objek, dan tujuan teks deskripsi, jenis teks deskripsi, dan ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi
  7. Siswa merangkum dan menarik kesimpulan dari informasi yang telah mereka dapat mengenai pengertian, ciri, objek, jenis, tujuan teks deskripsi, dan ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi
  8. Siswa menyampaikan hasil jawaban mereka secara tertulis/lisan.
  9. Kelompok lain menaggapi hasil diskusi teman mereka.

 

Kegiatan Penutup (12 menit)                                                                   

  1. Guru memfasilitasi siswa membuat butir-butir simpulan mengenai pengertian,ciri, objek dan jenis teks deskripsi dan ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi
  2. Guru bersama-sama siswa melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran tentang pengertian,ciri, objek dan jenis teks deskripsi, ciri penggunaan kebahasaan pada teks deskripsi, penutup/kesan umum, serta menyampaikan tindak lanjut/perbaikan untuk kegiatan belajar berikutnya.
  3. Guru memberi umpan balik siswa dalam proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberi kesempatan siswa untuk menyebutkan kembali pengertian,ciri, objek dan jenis teks deskripsi.
  1. Guru menyampaikan kegiatan belajar yang dikerjakan sebagai PR yaitu berupa membaca teks deskripsi pada buku siswa.
  2. Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya, yaitu menentukan isi teks deskripsi.

 

 

 

Pertemuan Kedua (3 JP)

 

Kegiatan Pendahuluan (8 menit)

 

  1. Guru bersama siswa berdoa sebelum memulai pelajaran
  2. Guru mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan menyanyikan lagu tentang deskripsi, misalnya Rayuan Pulau Kelapa.
  3. Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu pengertian,ciri, objek dan jenis teks deskripsi dengan cara Tanya jawab.
  4. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan dilakukan, yaitu Menentukan isi teks  deskripsi   objek dan membandingkan dua teks deskripsi.

 

 

Kegiatan Inti (100 menit)

     

  1. Guru memberikan masalah tentang perbandingan dua teks deskripsi
  2. Bersama kelompok sebelumnya, siswa membaca dua teks deskripsi.
  3. Siswa mengamati teks dan melakukan pemetaan isi pada masing-masing teks
  4. Siswa mengklasifikasi data untuk membuat perbandingan antar dua teks
  5. Siswa menyajikan perbadingan dua teks dari segi topik dan isi.
  6. Siswa menyampaikan hasil diskusinya
  7. Kelompok lain menanggapi

 

Kegiatan Penutup (12 menit)

 

  1. Guru bersama dengan siswa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, serta menyampaikan tindak lanjut/perbaikan untuk kegiatan belajar berikutnya.
  2. Guru bertanya kepada siswa apakah kompetensi yang ingin dikuasai sudah tercapai.
  3. Guru memberi umpan balik kepada siswa dalam proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberi tanda bintang kepada siswa yang berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan secara tepat
  4. Guru memberi penugasan untuk berlatih membuat kerangka teks deskripsi dari objek lain.
  5. Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya, yaitu menelaah struktur teks deskripsi.

 

 

 

  1. Penilaian
  2. Teknik penilaian
  3. Sikap (spiritual dan sosial)

1) Observasi (jurnal)

 

  1. Pengetahuan

 

1)  Tes tertulis

 

  1. Keterampilan

1) Produk

  1. Instrumen penilaian

1) Jurnal

Nama Sekolah      : SMP  KELOMPOK 1

Kelas/Semester     : VII/Semester I

Tahun pelajaran    : 2017/2018

 

No Waktu Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut
1            
2            
3            

 

  • Tes tertulis

Bacalah teks berikut.

Teks 1

Parangtritis nan Indah

Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta. Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok. Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

 

Teks 2

Ayah, Panutanku

Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India. Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya. Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

 

Teks 3

Ibu,  Inspirasiku

Ibuku bernama Wulandari. Mukanya selalu bersinar seperti bulan. Cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar. Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring. Kulit ibuku sawo matang, khas wanita Jawa. Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek. Rambutnya hitam bergelombang. Sampai usia 56 tahun kulihat rambutnya masih legam tanpa semir. Pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia. Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja. Ibu adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja. Dia sangat suka membantu orang lain, terutama yang sedang dalam kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin mengokohkan prinsipnya untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama. Meskipun sudah berumur, ibuku masih menuntut ilmu. Ibuku melanjutkan ke jenjang S-2. Padahal harusnya dia sudah tidak disibukkan oleh tugas kuliah. Tetapi, sepertinya ibuku sangat menikmati sekolahnya. Sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya. Belajar terus sepanjang hayat, itulah semboyannya.

 

Teks deskripsi 4

 

Si  Bagas, Kelinciku

Kelinciku bernama Bagas. Kunamakan Bagas karena saya berharap kelinci kesayanganku itu selalu sehat dan bugar. Bagas memiliki bulu yang lebat dan putih bersih. Matanya cokelat seperti madu. Matanya jernih menyejukkan untuk dipandang. Bibir mungilnya yang merah muda sungguh menggemaskan.  Telinganya panjang dan  melambai-lambai kalau dia berlari. Bagas  sangatlah manja. Hampir tiap malam, Bagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang. Mulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoa. Kemanjaannya membuat aku selalu rindu.  Bagas memiliki perilaku unik. Kalau marah, Bagas melakukan atraksi yang menarik. Dia menggunakan kaki belakangnya dan melompat dalam jangkauan yang begitu jauh. Buk!  Sering terdengar dia menjatuhkan diri. Kadang dia melompat sampai sejauh tiga meter. Kalau tidak dipedulikan, kakinya dientak-entakkan seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan mainan. Dengan menggunakan kaki belakangnya pula, dia berdiri sangat tinggi seperti sedang menunjukkan bahwa dia bisa menarik perhatian kita.

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Daftarlah hal yang dideskripsikan dari keempat teks deskripsi sebelumnya.
Teks Teks objek Hal yang di deskripsikan
1 Pantai Parangtritis  
2    
3    
4    

 

  1. Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis Daftarlah tujuan yang akan dicapai dari keempat teks di atas!
Teks Teks objek Tujuan
1 Pantai Parangtritis Menggambarkan keindahan pantai parangtritis
2    
3    
4    

 

  1. Diskusikan hal-hal berikut!
  2. Ciri objek yang dideskripsikan
  3. Tujuan menciptakan teks deskripsi
  4. Ciri isi teks deskripsi

 

 

  • Produk

Tulislah perbedaan dan persamaan dari dua teks deskripsi

 

Rubrik Penilaian Karangan Deskripsi

 

Aspek Skor
4 3 2 1
Ketepatan menentukan perincian informasi dalam teks deskripsi

Kelengkapan struktur (identifikasi  umum, deskripsi rincian, penutup)

Tiga unsur terpenuhi Dua unsur  terpenuhi Hanya satu unsur terpenuhi
Ketepatan Membandingkan isi teks deskripsi satu dengan yang lain

 

Perbandingan Semua gambaran umum objek, gambaran  rincian objek pada setiap bagian struktur teks tepat.

 

Terdapat  satu perbandingan bagian struktur yang gambaran umum dan rincian objeknya tidak tepat. Terdapat  dua perbandingan bagian struktur yang gambaran umum dan rincian objeknya tidak tepat. Semua perbandingan  bagian struktur yang gambaran umum dan rincian objeknya tidak tepat.
Ketepatan penggunaan bahasa Penggunaan kata emotif,  kata depan di dan ke, dan konjungsi tepat Terdapat  satu penggunaan unsur bahasa yang tidak tepat Terdapat  dua penggunaan unsur bahasa yang tidak tepat Terdapat  tiga penggunaan unsur bahasa yang tidak tepat
Kreativitas penggunaan bahasa Terdapat  empat atau lebih kekhasan dalam  penggunaan  diksi. Terdapat  tiga kekhasan dalam  penggunaan  diksi. Terdapat  dua kekhasan dalam  penggunaan  diksi. Terdapat  satu kekhasan dalam  penggunaan  diksi.

 

        Skor Penilaian:

        Tes 2+Tes 3:2×100

 

       

 

Mengetahui                                                     Tangerang Selatan, 26 Juli   2017

Kepala SMP Kharisma Bangsa                    Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

            Nurhadi Hafman                                           Bayu Indriyanto

NIP——————————-                                NIP —————————————

 

 

Iklan

Sinopsis Novel Salah Asuhan

Corrie de Bussee, gadis Indo-Belanda yang cantik, lincah dan menjadi dambaan setiap pria yang mengenalnya. Corrie berteman dengan Hanafi dari sejak kecil. Hanafi sendiri adalah laki-laki muda asli Minangkabau, berpendidikan tinggi dan berpandangan kebarat-baratan. Bahkan cenderung memandang rendah bangsanya sendiri. Karena selalu bersama-sama akhirnya mereka satu sama lain saling mencintai. Tapi cinta mereka itu tidak dapat disatukan karena perbedaan bangsa, jika orang Bumiputera menikah dengan keturunan Belanda maka tidak diperbolehkan, yang akhirnya apabila kejadian sampai menikah mereka akan dijauhi oleh para keluarganya dan orang lain. Corrie pun akhirnya pergi yang tadinya tinggal di Minangkabau menjadi di Betawi. Perpindahan itu sengaja ia lakukan untuk menghindar dari Hanafi dan meneruskan sekolahnya di sana.

Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah. Rapiah adalah sepupu Hanafi, gadis Minangkabau sederhana yang berperangai halus, taat pada tradisi dan adat sukunya. Ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada ayah Rapiah yaitu Sutan Batuah yang telah membantu membiayai sekolah Hanafi. Tapi Hanafi awalnya tidak mau karena cintanya hanya untuk Corrie saja. Tapi akhirnya dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah juga dengan Rapiah. Karena Rapiah tidak Hanafi cintai keberadaan Rapiah pun di rumah hanya diperlakukan seperti babu, mungkin Hanafi juga menganggap bahwa Rapiah itu seperti tidak ada apabila banyak temannya orang Belanda yang datang ke rumahnya. Hanafi dan Rapiah dikarunia seorang anak laki-laki yaitu Syafei.

Suatu hari Hanafi digigit anjing gila, maka dia harus berobat ke Betawi agar sembuh. Di Betawi Hanafi dipertemukan kembali dengan Corrie. Di Betawi, Hanafi menikah dengan Corrie dan mengirim surat pada ibunya bahwa dia menceraikan Rapiah. Ibu Hanafi dan Rapiah pun sangat sedih tetapi walaupun Hanafi seperti itu Rapiah tetap sabar dan tetap tinggal dengan Ibu Hanafi. Perkawinannya dengan Corrie ternyata tidak bahagia, sampai-sampai Corrie dituduh suka melayani laki-laki lain oleh Hanafi. Akhirnya Corrie pun sakit hati dan pergi dari rumah menuju Semarang. Corrie sakit Kholera dan meninggal dunia. Hanafi sangat menyesal telah menyakiti hati Corrie dan sangat sedih atas kematian Corrie, Hanafi pun pulang kembali ke kampung halamannya dan menemui ibunya, Hanafi pekerjaannya hanya termenung saja dan tidak terlalu bergairah. Hanafi sakit, kata dokter dia minum sublimat dan akhirnya dia meninggal dunia.

Tujuan Membaca

Tujuan utama dari membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti (meaning), erat sekali hubungannya dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca. Berikut ini tujuan membaca yang dikemukakan oleh Anderson sebagi berikut:

  1. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for detail or facts).

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh tokoh; apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah yang dibuat oleh tokoh.

  1. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main idea).

Membaca seperti ini membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita apa-apa yang dipelajari atau dialami tokoh, atau merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh untuk mencapai tujuannya.

  1. Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, ketiga/seterusnya.

  1. Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh merasakan cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh pengarang kepada para pembaca, mengapa para tokoh berubah, kualitas-kualitas para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal.

  1. Membaca untuk mengelompokan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seseorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau tidak benar.

  1. Membaca untuk menilai, membaca untuk mengevaluasi (reading to evaluate)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan apakah tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah ikita ingin berbuat seperti yang diperbuat oleh tokoh, atau bekerja seperti cara tokoh bekerja dalam cerita itu.

  1. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan bagaimana caranya tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai kesamaan.[1]

Sedangkan Heilman mengemukakan beberapa manfaat dan tujuan membaca yang dimaksudkannya itu, antara lain, sebagai berikut:

  1. Menambah atau memperkaya diri dengan berbagai informasi tentang topik-topik yang menarik.
  2. Memahami dan menyadari kemajuan pribadinya sendiri.
  3. Membenahi atau meningkatkan pemahamannya tentang masyarakan dan dunia atau tempat yang dihuninya.
  4. Memperluas cakrawala wawasan atau pandangan dengan jalan memahami orang-orang lain dan bagian atau tempat-tempat lain.
  5. Memahami lebih cermat atau lebih mendalam tentang kehidupan pribadi orang-orang besar atau pemimpin terkenal dengan membaca biografinya.
  6. Menikmati dan ikut merasakan liku-liku pengalaman pertualang dan kisah percintaan orang lain.

Atas dasar tujuan dan manfaat membaca yang dikemukan oleh Heilman itu, dapat disimpulakan bahwa tujuan membaca itu pada dasarnya terbagi (a) membaca untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, dan (b) membaca untuk memperoleh kepuasan dan kenikmatan emosional artistik.[2]

Selanjutnya tujuan membaca juga dikemukakan oleh Gray dan Roger menyebutkan bahwa dengan membaca seseorang antara lain dapat:

  1. Mengisi waktu luang
  2. Mengetahui hal-hal aktual yang terjadi di lingkungan
  3. Memuaskan pribadi yang bersangkutan
  4. Memenuhituntutan praktis kehidupan sehari-hari
  5. Meningkatkan minat terhadap sesuatu lebih lanjut
  6. Meningkatkan pengembangan diri sendiri
  7. Memuaskan tuntutan intelektual [3]

 

Catatan kaki:

[1] Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Kereampilan Berbahasa, h. 9-11.
[2] Abd. Rahman H.A. dkk, Minat Baca Murid Sekolah Dasar di Jawa Timur. (Jakarta, Depdikbud: 1985), h. 9.
[3] Mudjito, Pembinaan Minat Baca, (Jakarta, UT: 2001), h. 62.

Pengertian Membaca

Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills).

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.[1]

Anderson secara singkat dan sederhana mencoba mendefinisikan membaca sebagai proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. Finnochiaro dan Bonomo mencoba mendefenisikan membaca sebagai proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing meaning to and getting meaning from printed or written material). Kedua pengertian membaca tersebut oleh para pakar membaca umumnya digolongkan sebagai kegiatan membaca literal. Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan atau informasi yang ada dalam baris-baris bacaan (reading the lines).[2]  Pembaca tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi yaitu makna yang terdapat dibalik baris-baris tersebut.

Sedangkan Goodman menyatakan bahwa membaca bukan hanya sekadar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak, melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Oleh karena itu membaca dapat kita defenisikan sebagai kegiatan memetik makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines) melainkan juga makna yang terdapat di antara baris. (reading between the lines), bahkan juga makna yang terdapt dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines).

Defenisi membaca juga dikemukan oleh Gillet and Temple, keduanya mengatakan bahwa Reading is making sense of written language. Membaca ialah memberi makna terhadap bahasa tulis. Jadi menurut definisi ini kegiatan yang paling mendasar dari proses membaca adalah membuat pengertian. Maksudnya ialah memperoleh dan menciptakan gagasan, informasi, serta imaji, mental dari segala sesuatu yang dicetak. Memberi makna sering disebut memahami.[3] Dalam prosesnya kegiatan membaca ini juha tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif. Dengan demikian dalam tataran yang lebih tinggi membaca bukan hanya memahami lambang-lambang bahasa tulis melainkan pula berusaha memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh pengarang.

 

Catatan Kaki:

[1] Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa,(Bandung, Angkasa: 2008), h. 7.
[2] Kholid Harras, dkk, Membaca 1, (Jakarta, UT: 2007), h. 1.8.
[3] Ibid, h. 1.9.