Sastra Bandingan “Kisah Nabi Adam”

Cerita Ke-1: Sejarah 25 Nabi dan Rasul “Kisah Nabi Adam”

karya: Drs. Muhajir

Adam a.s adalah manusia pertama, sekaligus Nabi yang pertama di bumi. Beliau dijadikan oleh Allah SWT dari tanah yang dibentuk serupa manusia, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya sehingga hiduplah beliau. Sebelum Nabi Adam a.s dijadikan, terlebih dahulu Allah SWT menjadikan makhluk bangsa jin dari api yang sangat panas.

Setelah itu Allah SWT memerintahkan kepada malaikat dan iblis agar bersujud untuk menghormati Adam a.s, akan tetapi iblis yang sombong dan congkak enggan bersujud kepada Adam karena merasa dirinya lebih mulia dari Adam a.s karena ia dijadikan dari api sedangkan Adam a.s dari tanah. Karena iblis tidak mau sujud kepada Adam a.s maka Allah SWT mengutuk dan mengusirnya dari surga.

Siti Hawa Diciptakan, dan Iblis memperdayakannya

        Karena Nabi Adam a.s merasa kesepian hidup sendirian maka Allah SWT menciptakan seorang wanita sebagai pasangannya yaitu Siti Hawa. Sejak terkutuk dan terusir dari surga, iblis kemudian menggoda Nabi Adam a.s dan Siti Hawa. Akhirnya mereka berdua terpedaya oleh bujukan iblis untuk mendekati pohon larangan dan memakan buahnya, Maka dengan seketika mereka dikeluarkan dari surga dan bumi ini menjadi tempat kediaman mereka, beranak cucu sampai kepada kita semua sekarang ini.

Kemudian mereka menyesal dan merasa bersalah sehingga menangislah mereka berdua memohon ampunan Allah SWT, dan Allah SWT menerima tobatnya tetapi mereka dipindahkan ke bumi secara terpisah dan dengan jarak yang jauh. Setelah mereka saling mencari hingga waktu yang lama akhirnya bertemulah keduanya di Padang Arafah (Padang tempat kenal mengenal).

 

Nabi Adam Dijadikan Khalifah di Muka Bumi dan Diajari Bermacam-macam Ilmu

        Segala yang terjadi dengan rencana Allah SWT, demikian pula tentang dikeluarkannya Nabi Adam a.s dan istrinya dari surga untuk dijadikan khalifah di muka bumi. Seseorang yang menjadi khalifah (wakil Allah) tentulah harus mempunyai ilmu cukup. Maka kepada Adam a.s Allah SWT memberikan beberapa pelajaran dan petunjuk sehingga beliau menjadi pandai. Namun bagaimanapun pandainya bila dibandingkan dengan ilmu Allah, ilmu manusia ibarat setetes air ditengah samudera yang amat luas.

 Iblis Diberi Tangguh sampai Hari Kiamat

        Setelah jatuh keputusan Allah SWT untuk mengusirnya, Iblis  kemudian memohon kepada-Nya agar memberi kesempatan (dengan memanjangkan usianya dan menggoda / menyesatkan  umat manusia) untuk membalas sakit hatinya kepada Nabi Adam yang telah menyebabkan ia diusir dari surga. Dan Allah SWT memperkenankan permohonan iblis tersebut.

Perkawinan di Zaman Nabi Adam

        Sebagai suami-istri Adam dan Hawa setiap kali melahirkan anak kembar dari satu kandungan  sampai sepuluh kali. Pada kehamilan yang kesebelas, yakni anak yang terakhir Siti Hawa melahirkan satu anak laki-laki yang diberi nama Syits, yang kemudian menjadi nabi. Dengan demikian, anak-anak mereka berjumlah dua puluh satu, terdiri dari sepuluh perempuan dan sebelas laki-laki.

Suatu kali ketika anak-anak itu menjadi dewasa terjadi perselisihan di antara Habil dan Qabil. Qabil lahir bersama saudara kembarnya Iqlima, sedangkan Habil lahir bersama saudara kembarnya Labuda. Menurut hukum perkawinan yang ditetapkan Allah waktu itu, Qabil harus mengawini Labuda dan Habil mengawini Iqlima. Tetapi Qabil menolak karena Iqlima lebih cantik parasnya daripada Labuda. Akibat pertengkaran itu mereka akhirnya mengadukan kepada bapaknya. Meskipun pada akhirnya Nabi Adam a.s memutuskan bahwa peraturan yang sudah ditetapkan mesti dijalankan. Akan tetapi Qabil bersikeras mengawini Iqlima saudara kembarnya. Maka peristiwa tersebut diserahkan kepada Allah SWT dengan jalan mengadakan kurban. Barang siapa yang kurbannya diterima oleh Allah SWT  maka dialah yang berhak mengawini Iqlima.

Lalu Allah menerima kurban Habil, dengan begitu Qabil marah dan membunuh Habil. Setelah Habil terbunuh maka Qabil pun merasa bingung mencari cara untuk menyelenggarakan mayat saudaranya itu. Maka Allah SWT memperlihatkan kepadanya dua ekor burung gagak berkelahi dan seekor diantaranya mati terbunuh, maka yang masih hidup itu menggali tanah dan menguburkan bangkai kawannya itu kedalamnya dan kemudian ditimbunnya. Dengan demikian Qabil dapat menguburkan mayat saudaranya itu dan Qabil menjadi orang pertama yang membunuh sesamanya sedangkan Habil menjadi orang pertama yang terbunuh oleh sesamanya di muka bumi ini.

Nabi Adam a.s wafat dalam usia seribu tahun dan setahun kemudian istrinya Hawa wafat.

***

 

Cerita Ke-2: Dalam Perjamuan Cinta “Dan Dunia pun Ada !”

Karya: Dr. Taufiq El Hakim

Setan sebelum melakukan maksiat dan memberontak kepada Tuhannya konon bernama ‘Azazil. Dia merupakan salah satu pembesar malaikat yang bersayap empat dan juga pemimpin para malaikat langit serta bertugas sebagai penjaga surga-surga. Ia berkuasa atas bumi, malaikat tercerdas dan berilmu paling banyak.

Suatu saat Allah mengutus Jibril agar mengambil segenggam tanah dari bumi untuk dijadikan bahan penciptaan Adam. Ketika Jibril mengulurkan tangannya ke bumi, bumi bergetar ketakutan dan berkata, “Aku berlindung kepada Allah darimu agar engkau tidak mengurangi diriku sedikitpun.”

Jibril pun kembali menghadap Allah dengan tangan hampa dan tidak jadi mengambil tanah tersebut. Kemudian Allah mrngutus Mikail dan ternyata ia mengalami hal serupa dengan apa yang dialami Jibril. Maka untuk yang terakhir kalinya, diutuslah Izrael sang malaikat maut. Bumi pun bergetar seraya berkata, “Aku berlindung kepada Allah darimu agara engkau tidak mengambil dariku sedikitpun.”

“Aku juga berlindung kepada Allah dari kembali dengan tangan hampa, tanpa berhasil melaksanakan perintah Tuhanku.” Sahut Izrael menimpali perkataan bumi. Setelah itu Izrael mengulurkan tangannya dan mengambil tanah bermacam warna dan dari berbagai tempat dipenjuru bumi. Dari Tanah yang beragam inilah Allah menciptakan jasad Adam.

Setelah sosok Adam selesai dicipta Allah meniupkan dari ruh-Nya kedalam jasad Adam yang masih kosong itu dan meyempurnakan ciptaan-Nya itu Adam telah menjadi ciptaan yang terbaik dan paling menakjubkan daripada para malaikat dan Setan.

Maka Allah memerintahkan kepada semua malaikat dan Setan bersujud kepada Adam tetapi Setan menolaknya.

Dengan angkuhnya Setan berjalan mondar-mandir di surga. Ia menolak untuk bersujud kepada Adam, makhluk yang terbuat dari tanah. Tiba-tiba, seekor ular yang telah mendengar kabar tentang peristiwa tersebut menemuinya. Dengan desisnya si ular licik menghentikan Setan, “Wahai Azazil, ada apa denganmu? Mengapa engkau tidak mau bersujud kepada Adam seperti malaikat yang lain?”

“Aku harus bersujud kepada benda itu?”

“Jangan biarkan kedengkian menghancurkan dirimu! Engkau harus sadar bahwa bersujud kepada Adam itu perbuatan mulia!”

“Apanya yang mulia? Dia? Tanah yang dibentuk?”

“Dalam hal apapun tanah itu lebih unggul daripada api yang menjadi bahan penciptaanmu.’

“Apa katamu hai ular busuk?”

“Sungguh dalam tanah terkandung ketenangan, kearifan, kemurahan dan pertumbuhan.”

“Tidak tahukah kau apa yang terkandung dalam api selain kecerobohan, kesembronooan, ketergesaan, dan membakar.”

“Hai ular buruk rupa, kau munafik! Apa karena Allah yang telah menciptakannya?”

“Allah telah menciptakan Adam dengan tangan-Nya, Dia telah meniupkan kedalam jasadnya dari ruh-Nya, Dan Dia telah mengajarkan nama-nama segala sesuatu. Ini kemuliaan yang tiada tandingannya.”

“Dia mengajarinya nama-nama segala sesuatu?”

“Benar, Ia diberi akal sebagai perangkat mengetahui dan memahami. Diberi nafs yang dengannya ia menyadari dan mengerti, Diberi hati yang dengannya ia merasa dan mencinta, Ia tidak sama dengan malaikat.”

“Engkau telah melihatnya? Itulah dia wahai Azazil. Sekarang waktunya engkau mengeri hal itu?”

“Dan sekarang pula saatnya aku mengerti bahwa aku juga bisa mencipta sesuatu yang padanya kutiupkan dari ruhku!” ucap Setan.

***

Setiap tempat telah dijelajahi Setan untuk mencari tanah, hingga sampailah dia menemukan tanah yang dicarinya. Dengan riangnya ia mengambil tanah itu lalu membentuknya menjadi makhluk mirip Adam.  Setelah bentuknya sempurna Setan bingung karena ciptaannya itu tidak seperti yang diharapkannya bersuara dan bergerak.

“Sekarang baru kau tahu mencipta itu tidak gampang” kata si ular licik

“Diam kau!”

“Adam bukanlah tanah tetapi kehisupan yang tersimpan dalam tanah. Dia adalah ruh Allah dan ini adal rahasia Allah yang tak bisa disingkap siapapun, bahkan dirimu!”

“Diam dasar ular cerewet!” Lalu si ular licik ditinggal sendirian./ Setan mencari akal dan berjalan ke sana ke mari di surga dan melihat Adam sedang berbaring dan terlelap dalam tidurnya. Sejenak Setan mengamati Adam dan terlintas pikiran jahatnya “Sungguh, dia tidak mampu mencipta makhluk hidup dari sesuatu yang mati semisal tanah. Tetapi dia dapat mencipta makhluk hidup dari sesuatu yang hidup. Jika dari tubuh Adam yang hidup dia bisa mengambil secuil saja tentu dia bisa mencipta sisanya untuk pelengkap.”

Yang dicuri mesti bagian tubuh yang tersembunyi dan tak terlalu berarti. Setan memeriksa bagian dalam tubuh Adam. Dia mendapati tulang-tulang rusuknya yang tak terlihat dan berjumlah cukup banyak. Jika dicuri salah satunya tentu tak akan kelihatan jelas dicuri. Dengan lihai dan hati Setan mengambil tulang rusuk kiri yang hidup itu dari tubuh Adam, lalu membentuknya seperti bentuk Adam tetapi sedikit berbeda. Kemudian Setan melekatkan sesuatu pada sosok ini, sesuatu yang bersumber darinya. Setelah itu, makhluk baru tersebut berdiri dan melangkah.

Tiba-tiba terdengar pekik nyaring dari balik pepohonan, “Hore! Hore!”  Dengan muka masam si ular licik berkata sambil melihat kearah makhluk yang baru itu. “Hawa yang sungguh cantik”

Setan bertanya kepada si ular licik “Hawa?” mengapa engkau memanggilnya seperti itu?”

Dengan bijak si ular licik itu beralasan, karena ia dibuat dari makhluk hidup.

Lalu tiba-tiba Adam terbangun dari lelap tidurnya dan mendapati Hawa telah berada disampingnya. Dia sangat ketakutan untuk mendekati Hawa dan bersenang-senang denganya atau merapatkan tubuhnya ke tubuh Hawa.

Setan bertanya dan mencari cara kepada si ular licik “Kenapa Adam tidak mau menyentuh Hawa?”.

Si ular licik berpikir sejenak. Tiba-tiba tatapannya tertuju kepada sepasang burung merpati yang sedang kawin. “Bagaimana jika Adam dan Hawa dikawinkan lalu hadir makhluk ketiga yang bersumber darimu”

Tetapi bagaimana caranya?

“Di surga ini terdapat pohon yang buahnya jika dimakan akan menjadi mabuk.”

Dan didalam diri Hawa ada kekuatan rayuan dan tipuan muslihatmu. Dia akan mampu merayu dan memperdaya Adam agar ia mau memakan buah tersebut”

“Mata Setan berbinar-binar dan bertepuk tangan kegirangan”

Setelah itu terjadilah peristiwa yang sangat menghebohkan: Adam menjadi lemah dan mengikutin Hawa. Ia bersama Hawa makan buah pohon terlarang itu.  Sari buah tersebut membuat Adam mabuk, hingga ia menyetubuhi Hawa. Adam dan Hawa pun di usir dari surga, dilempar ke bumi. Kemudian Hawa mengandung janin pertama.

Keturunan Adam semakin banyak dan bertambah. Qabil lahir, kemudian membunuh Habil. Dan ini adalah dosa pertama dan keburukan pun mulai dikenal di bumi. Dalam setiap diri anak cucu Adam terkandung semua unsur kebaikan, keburukan, keindahan, kejelekan, kehinaan, keluhuran, ketakberartian. keagungan, keadilan, kezaliman, akal, kecerobohan, kelemaham dan kepongahan.

Dan dunia pun ada………! Wakaanatiddunyaa…!

                                    ***

 

Persamaan dan Perbedaan dari segi strukturnya:

Persamaannya:

  • Tema: Keduanya memiliki tema yang sama yaitu tentang Penciptaan Manusia Pertama “Nabi Adam”
  • Tokoh: Tokoh-tokoh yang digambarkan memiliki kesamaan nama dan wataknya masing-masing dalam cerita keduanya.
  • Bahasa: Teks Faktual (Tulisan yang ditulis berdasarkan kejadian sebenarnya yang terinspirasi dari kitab suci umat Islam “Al-Qur’an”) dan dikemas dengan dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Contoh: “Adam a.s adalah manusia pertama, sekaligus Nabi yang pertama di bumi. Beliau dijadikan oleh Allah SWT dari tanah yang dibentuk serupa manusia, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya sehingga hiduplah beliau.”

Kutipan kisah tersebut juga diterangkan di dalam Al-Qur’an, Surat Al-Hijr:26 yg berbunyi:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُو

Artinya:Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS. 15:26)

 Bentuk; Keduanya memiliki bentuk yang baik dari susunan, penegasan dan gambaran cerita memiliki kesatuan yang indah juga tepat.

  • Kesimpulan dan Amanat:
  • Umat manusia seluruhnya berasal dari Nabi Adam a.s, bukan dari makhluk lainnya.
  • Doa Nabi Adam a.s karena bujukan Iblis telah diampuni Allah SWT dengan doanya.
  • Iblis / setan yang terkutuk itu selalu menggoda manusia agar mereka tergelincir dari kebenaran dan mengikuti kemungkaran (kejahatan) dan dosa. Maka Iblis itu adalah musuh manusia yang nyata.
  • Manusia tidak pernah mengetahui apa-apa yang gaib kecuali yang telah diberitahukan Allah SWT.
  • Ilmu manusia amat terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi segala-galanya.
  • Iblis memohon dipanjangkan usianya demi menggoda dan membujuk manusia menuju kesesatan. Tetapi tidaklah akan tertipu oleh iblis kecuali orang-orang kafir.

 

Perbedaannya:

  • Genre: Cerita Nabi Adam karya Dr. Muhajir berbentuk sejarah mutlak yang bersumber dari Al-Qur’an sedangkan karya Dr. Taufiq El Hakim diberi tambahan / imajinasi dalam citraan cerita tersebut yang dibuat hanya untuk sekedar gurauan, tetapi tidak untuk dianggap sebagai keyakinan.
  • Tokoh: Adanya penambahan tokoh si ular licik pada cerita kedua karya Dr. Taufiq El Hakim.
  • Isi cerita:
  • Pada cerita Nabi Adam karya Dr. Muhajir sosok Nabi Adam dibuat oleh Allah tetapi pada cerita kedua karya Dr. Taufiq El Hakim sosok Adam dibuat oleh Setan.
  • Pada cerita Nabi Adam karya Dr. Muhajir lebih padat dan mendetail dalam setiap kejadian / keadaan  yang terjadi dengan jelas.

Kutipan: “Suatu kali ketika anak-anak itu menjadi dewasa terjadi perselisihan di antara Habil dan Qabil. Qabil lahir bersama saudara kembarnya Iqlima, sedangkan Habil lahir bersama saudara kembarnya Labuda. Menurut hukum perkawinan yang ditetapkan Allah waktu itu, Qabil harus mengawini Labuda dan Habil mengawini Iqlima.”

 

Latar Belakang kesastraan dari dua karya tersebut

  • Agama: Kedua pengarang tersebut terinspirasi dari kitab suci agamanya, yaiitu agama Islam. Karena dalam Al-Qur’an banyak ayat-ayat yang menggambarkan / menceritakan sejarah Nabi Adam yang sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari bagi semua umat Islam.

 

Daftar Pustaka:

 

Muhajir . 1988. Sejarah 25 Nabi dan Rasul. Jakarta: S.A. Alaydrus
El Hakim, Taufiq. 2001. Ariniilaah “Wakaanatid-Dunyaa!. Mesir: Al-Haiah Al-Mishiriyah Al-Ammah Lilkitab, Maktabah Al-Usrah.[1]
[1]  Disadur dan diseleksi oleh Anif Sirsaeba menjadi Dalam Perjamuan Cinta “Dan Dunia pun Ada!” dan diterbitkan oleh Republika dan Basmala-Republika-Corner (BRC), Februari 2008.
Iklan

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 13 April 2017, in sastra, Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: