Tujuan Membaca

Tujuan utama dari membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti (meaning), erat sekali hubungannya dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca. Berikut ini tujuan membaca yang dikemukakan oleh Anderson sebagi berikut:

  1. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for detail or facts).

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh tokoh; apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah yang dibuat oleh tokoh.

  1. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main idea).

Membaca seperti ini membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita apa-apa yang dipelajari atau dialami tokoh, atau merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh untuk mencapai tujuannya.

  1. Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, ketiga/seterusnya.

  1. Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh merasakan cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh pengarang kepada para pembaca, mengapa para tokoh berubah, kualitas-kualitas para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal.

  1. Membaca untuk mengelompokan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seseorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau tidak benar.

  1. Membaca untuk menilai, membaca untuk mengevaluasi (reading to evaluate)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan apakah tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah ikita ingin berbuat seperti yang diperbuat oleh tokoh, atau bekerja seperti cara tokoh bekerja dalam cerita itu.

  1. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast)

Membaca seperti ini membaca untuk menemukan bagaimana caranya tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai kesamaan.[1]

Sedangkan Heilman mengemukakan beberapa manfaat dan tujuan membaca yang dimaksudkannya itu, antara lain, sebagai berikut:

  1. Menambah atau memperkaya diri dengan berbagai informasi tentang topik-topik yang menarik.
  2. Memahami dan menyadari kemajuan pribadinya sendiri.
  3. Membenahi atau meningkatkan pemahamannya tentang masyarakan dan dunia atau tempat yang dihuninya.
  4. Memperluas cakrawala wawasan atau pandangan dengan jalan memahami orang-orang lain dan bagian atau tempat-tempat lain.
  5. Memahami lebih cermat atau lebih mendalam tentang kehidupan pribadi orang-orang besar atau pemimpin terkenal dengan membaca biografinya.
  6. Menikmati dan ikut merasakan liku-liku pengalaman pertualang dan kisah percintaan orang lain.

Atas dasar tujuan dan manfaat membaca yang dikemukan oleh Heilman itu, dapat disimpulakan bahwa tujuan membaca itu pada dasarnya terbagi (a) membaca untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, dan (b) membaca untuk memperoleh kepuasan dan kenikmatan emosional artistik.[2]

Selanjutnya tujuan membaca juga dikemukakan oleh Gray dan Roger menyebutkan bahwa dengan membaca seseorang antara lain dapat:

  1. Mengisi waktu luang
  2. Mengetahui hal-hal aktual yang terjadi di lingkungan
  3. Memuaskan pribadi yang bersangkutan
  4. Memenuhituntutan praktis kehidupan sehari-hari
  5. Meningkatkan minat terhadap sesuatu lebih lanjut
  6. Meningkatkan pengembangan diri sendiri
  7. Memuaskan tuntutan intelektualĀ [3]

 

Catatan kaki:

[1] Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Kereampilan Berbahasa, h. 9-11.
[2] Abd. Rahman H.A. dkk, Minat Baca Murid Sekolah Dasar di Jawa Timur. (Jakarta, Depdikbud: 1985), h. 9.
[3] Mudjito, Pembinaan Minat Baca, (Jakarta, UT: 2001), h. 62.
Iklan

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 12 April 2017, in Bahasa Indonesia, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: