Pengertian Membaca

Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills).

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan atau dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.[1]

Anderson secara singkat dan sederhana mencoba mendefinisikan membaca sebagai proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. Finnochiaro dan Bonomo mencoba mendefenisikan membaca sebagai proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing meaning to and getting meaning from printed or written material). Kedua pengertian membaca tersebut oleh para pakar membaca umumnya digolongkan sebagai kegiatan membaca literal. Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan atau informasi yang ada dalam baris-baris bacaan (reading the lines).[2]  Pembaca tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi yaitu makna yang terdapat dibalik baris-baris tersebut.

Sedangkan Goodman menyatakan bahwa membaca bukan hanya sekadar menuntut kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang tercetak, melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna. Oleh karena itu membaca dapat kita defenisikan sebagai kegiatan memetik makna atau pengertian bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading the lines) melainkan juga makna yang terdapat di antara baris. (reading between the lines), bahkan juga makna yang terdapt dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines).

Defenisi membaca juga dikemukan oleh Gillet and Temple, keduanya mengatakan bahwa Reading is making sense of written language. Membaca ialah memberi makna terhadap bahasa tulis. Jadi menurut definisi ini kegiatan yang paling mendasar dari proses membaca adalah membuat pengertian. Maksudnya ialah memperoleh dan menciptakan gagasan, informasi, serta imaji, mental dari segala sesuatu yang dicetak. Memberi makna sering disebut memahami.[3] Dalam prosesnya kegiatan membaca ini juha tidak lagi pasif melainkan sebagai proses yang aktif. Dengan demikian dalam tataran yang lebih tinggi membaca bukan hanya memahami lambang-lambang bahasa tulis melainkan pula berusaha memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh pengarang.

 

Catatan Kaki:

[1] Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa,(Bandung, Angkasa: 2008), h. 7.
[2] Kholid Harras, dkk, Membaca 1, (Jakarta, UT: 2007), h. 1.8.
[3] Ibid, h. 1.9.
Iklan

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 12 April 2017, in Bahasa Indonesia and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: