Review Buku “KEBIJAKAN PEMBARUAN PENDIDIKAN (Konsep, Teori dan Model)” Karya: Dr. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd.

KEBIJAKAN PEMBARUAN PENDIDIKAN

Konsep, Teori, dan Model

Karya: Dr. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd.

Buku ini membahas pelaksanaan kebijakan dalam rangka perbaikan dan pengembangan sistem pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan. Sasaran utama adalah para pelaksana kebijakan pada tingkat organisasi paling rendah, yaitu guru, dosen, pamong belajar atau tutor.

Secara umum, model pembaruan pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam dua model, yaitu top down model dan bottom up model. Penulis memberikan beberapa model antara lain: Broad Based Education (BBE), SBM (School Based Management) dan CBM (Community Based Management). Kebijakan BBE berfokus pada pendekatan pendidikan Life-Skills atau pendidikan kecakapan hidup, yang diikuti oleh kebijakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kebijakan ini pun berbarengan dengan penerapan model SBM (School Based Management) untuk pendidikan jalur persekolahan dan CBM (Community Based Management) untuk pendidikan jalur luar sekolah.

Antara BBE, SBM, CBM, Life-Skills dan KBK mempunyai keterkaitan struktural. BBE dianggap sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pendidikan yang paling efektif untuk tidak membatasi pendidikan pada aspek-aspek atribut formal. SBM dan CBM dianggap sebagai salah satu model manajemen yang dianggap efektif untuk memberikan kemandirian kelembagaan pendidikan pada jalur sekolah (formal) dan pada jalur luar sekolah (non-formal).

Menurut Yoyon Bahtiar Irianto dalam buku tersebut, “Kefakiran terbesar adalah kebodohan, dan karenanya tantangan terbesar dalam pembangunan pendidikan ialah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mencegah masyarakatnya menjadi kufur.” Makna kalimat itulah yang harus disadari sepenuhnya oleh segenap elemen pemerintahan dan masyarakat. Bahwa sesungguhnya kekayaan yang paling berharga bagi manusia adalah budi-akal. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut pembaruan pendidikan harus dapat mencegah terjadinya musibah besar bagi masyarakatnya, yaitu keputusasaan. Kebijakan tentang pembaruan yang dirancang sebetulnya tidak akan menjadi persoalan bagi masyarakat, sepanjang kebijakan tersebut memberikan solusi dan manfaat nyata bagi perbaikan dan peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu tidak ada pilihan, pembangunan manusia di Indonesia harus dititikberatkan pada aspek-aspek yang menjadi sumber kekuatan masyarakat dan bangsa, yaitu SDM yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan beramal shaleh, dan dilandasi pedoman hidup yang bersumber dari wahyu Tuhan YME, serta diwujudkan dalam perilaku kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penulis juga menegaskan kembali bahwa kebijakan pembaruan dalam pembangunan bangsa yang harus kita upayakan, pada hakikatnya harus merujuk pada proses rekonstruksi struktur kehidupan yang memberikan pengaruh timbal balik, baik secara kuantitatif maupun kualitatif menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kebijakan yang baik ialah kebijakan yang dapat membantu individu atau masyarakat dalam memecahkan setiap problema kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat yang lebih besar dan menyeluruh. Karena itu, kebijakan dalam pembaruan pendidikan semestinya diupayakan dalam rangka proses-proses penyesuaian diri setiap anggota masyarakat terhadap lingkungan sosial masyarakat pada umumnya.

Kebijakan dalam pembaruan manajemen pendidikan harus dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan ilmunya, harus senantiasa dapat meningkatkan keimanannya, dan kemudian diwujudkan dalam bentuk perilaku amal shaleh sehari-hari, baik shaleh terhadap diri, keluarga, masyarakat, alam, dan Tuhannya. Ilmu dalam pandangan Islam diperoleh dari hasil “belajar membaca” tentang alam dan dari Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Motivasi dan semangat masyarakat dalam mencari ilmu, hanya dapat diperoleh apabila masyarakat itu mempunyai kesempatan, kemauan dan selalu berusaha meningkatkan keimanannya. Begitu pula sebaliknya masyarakat yang mempunyai keimanan, bukan hanya karena mendapat hidayah dan karunia secara tiba-tiba, tetapi dihasilkan dari sebuah proses ikhtiar dan ijtihad yang mustahil tidak mendapatkan suatu hidayah dan karunia dari Tuhan YME. Ketiga unsur ini, yaitu ilmu, iman dan amal merupakan aspek yang patut diupayakan dalam mencapai insan-insan yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi.

Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa, kefakiran dan kemiskinan masyarakat akan dapat ditangani apabila masyarakat dan pemerintah menyadari dan bersama-bersama berusaha keluar dari belenggu keputusasaan dan kebodohan, belajar dari pengalaman masyarakat dan bangsa kita sendiri, bukan belajar dari pengalaman bangsa lain dan mampu membangkitkan partisipasi masyarakatnya sendiri dalam proses-proses pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, dalam upaya merumuskan kebijakan dalam pembaruan sistem manajemen pembangunan pendidikan yang berkualitas harus diarahkan pada:

  1. Keberanian untuk meninggalkan perasaan, kebanggan terhadap masa lalu dan diganti dengan orientasi kepada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik di masa depan.
  2. Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kehidupan hari ini, hari esok dan masa depan.
  3. Kesehatan dan kekuatan jasmani dan rohani sebagai sarana untuk melaksanakan ikhtiar dan berijtihad memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan hidup.
  4. Kepemilikan keimanan tinggi yang dapat memompa semangat berikhtiar dan berijtihad ke arah kehidupan yang lebih baik.
  5. Kepandaian dalam mensyukuri nikmat terhadap karunia Allah SWT yang diwujudkan dalam keshalehan pribadi dan keshalehan sosial.
  6. Kepemilikan dalam kesabaran dan keuletan dalam memperjuangkan kebutuhan, keinginan dan harapan-harapan hidup.
  7. Pemanfaatan kekayaan yang paling berharga yaitu, akal sebagai alat dalam memperjuangkan kebutuhan, keinginan dan harapan-harapannya.
  8. Peningkatan harkat dan martabat dan kemuliaan diri keluarga masyarakat, dan bangsanya melalui peningkatan akhlak dan budi pekertinya yang sesuai dengan pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  9. Peningkatan kemandirian yang dapat dijadikan modal utama untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsanya.
  10. Peningkatan apresiasi rasa hormat dan kesetiaan terhadap masyarakat dan bangsanya sendiri.

🙂 KEKURANGAN DAN KELEBIHAN BUKU:

  • Kekurangan:
  • Dalam hal teori memang buku ini cukup baik, namun dalam penggambaran kurang, hal tersebut dikarenakan tidak adanya contoh-contoh yang riil, yang mampu menggugah para pelaksana pendidikan untuk menerapkannya.
  • Pendidikan dan peradaban atau sejarah pendidikan itu merupakan pembelajaran yang cukup membingungkan, seharusnya di buku ditambah sebuah timeline untuk memudahkan dalam hal penggambarannya.

 

  • Kelebihan:
  • Buku ini mampu memberikan teori dan gambaran-gambaran berbagai kebijakan-kebijakan untuk pendidikan masa lalu yang seharusnya ada sebuah perubahan dan memang harus lebih di optimalkan, karena semua itu demi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Indonesia.
  • Buku ini mampu menjawab dan memberikan solusi atas permasalahan dunia pendidikan yang tengah labil dan kurang diperhatikan. Sehingga setelah membaca buku ini diharapkan pemerintah dan masyarakat berbenah diri sebelum membenahi permasalahan-permasalahan yang ada, khususnya pendidikan.
  • Buku ini mampu memberi referensi untuk setiap kebijakan dalam aspek pembaruan pendidikan sehingga mampu diapresiasi dan dilaksanakan dengan jelas. Jelas di sini maksudnya dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi rumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan dalam dalam pembangunan pendidikan melalui pembaruan sistem manajemen pendidikan.
  • Buku ini mampu memberitahu kita bahwa kebijakan pendidikan dapat dijadikan instrumen untuk melakukan perubahan, penyesuaian dan inovasi-inovasi ke arah yang lebih memberikan manfaat nyata.
  • Buku ini mampu menyadarkan kita bahwa manajemen pembangunan pendidikan harus dilaksanakan sekarang dan menyeluruh agar tidak mengakibatkan kerugian bagi generasi berikutnya.
  • Buku ini mampu menunjang pembelajaran bagi yang sedang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 yang konsentrasinya pada ilmu Kependidikan atau Tarbiyah.
  • Buku ini juga mampu dan bermanfaat bagi para pembuat kebijakan di setiap level pendidikan: Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi, serta para pembuat kebijakan di tingkat eksekutif dan legislatif.

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 19 Maret 2015, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: