Arah

Ketika rekreasi minggu kemarin, aku melihat kereta “Commuter Line” pergi dari stasiun Kota ke arah stasiun Bogor begitu pula sebaliknya dari stasiun Bogor ke arah stasiun Kota.
Ketika sekolah, aku mempelajari; pada malam hari angin darat bertiup ke arah laut sedangkan pada siang hari angin laut bertiup ke arah darat.
Ketika mendaki, aku diberitahu; pada malam hari angin bertiup dari puncak gunung ke arah lembah dan pada siang hari angin bertiup dari lembah ke arah puncak gunung.
Ketika beribadah, aku arahkan semua gerakanku menuju Ka’bah.
Begitu pula ketika di kelas, aku harus bisa gunakan sistem dua arah.
Arah?
“Jurusan, tujuan atau maksud.” kata Kamus Besar di Negeriku.
Lalu, ada berapa banyak arah di dunia ini?
Harus ke arah mana kita di dunia ini?
Bagaimana cara kita untuk tahu arah yang benar?
Aku tidak tahu itu semua!
Tapi, yang aku tahu kita semua sudah disiapkan untuk mencapai-Nya.
Bagaimana agar kita mencapai-Nya?
Pilihannya hanya dua; mencapai-Nya dengan amal atau dengan cobaan yang tidak disukai sampai akhirnya berhasil mencapai-Nya.
Ya, hanya itu yang aku ketahui dan hanya itu yang menjagaku sampai saat ini.

_Biorhimitzu_

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 5 Maret 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: