Monthly Archives: Maret 2015

Review Buku “KEBIJAKAN PEMBARUAN PENDIDIKAN (Konsep, Teori dan Model)” Karya: Dr. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd.

KEBIJAKAN PEMBARUAN PENDIDIKAN

Konsep, Teori, dan Model

Karya: Dr. Yoyon Bahtiar Irianto, M.Pd.

Buku ini membahas pelaksanaan kebijakan dalam rangka perbaikan dan pengembangan sistem pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan. Sasaran utama adalah para pelaksana kebijakan pada tingkat organisasi paling rendah, yaitu guru, dosen, pamong belajar atau tutor.

Secara umum, model pembaruan pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam dua model, yaitu top down model dan bottom up model. Penulis memberikan beberapa model antara lain: Broad Based Education (BBE), SBM (School Based Management) dan CBM (Community Based Management). Kebijakan BBE berfokus pada pendekatan pendidikan Life-Skills atau pendidikan kecakapan hidup, yang diikuti oleh kebijakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kebijakan ini pun berbarengan dengan penerapan model SBM (School Based Management) untuk pendidikan jalur persekolahan dan CBM (Community Based Management) untuk pendidikan jalur luar sekolah.

Antara BBE, SBM, CBM, Life-Skills dan KBK mempunyai keterkaitan struktural. BBE dianggap sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pendidikan yang paling efektif untuk tidak membatasi pendidikan pada aspek-aspek atribut formal. SBM dan CBM dianggap sebagai salah satu model manajemen yang dianggap efektif untuk memberikan kemandirian kelembagaan pendidikan pada jalur sekolah (formal) dan pada jalur luar sekolah (non-formal).

Menurut Yoyon Bahtiar Irianto dalam buku tersebut, “Kefakiran terbesar adalah kebodohan, dan karenanya tantangan terbesar dalam pembangunan pendidikan ialah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mencegah masyarakatnya menjadi kufur.” Makna kalimat itulah yang harus disadari sepenuhnya oleh segenap elemen pemerintahan dan masyarakat. Bahwa sesungguhnya kekayaan yang paling berharga bagi manusia adalah budi-akal. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut pembaruan pendidikan harus dapat mencegah terjadinya musibah besar bagi masyarakatnya, yaitu keputusasaan. Kebijakan tentang pembaruan yang dirancang sebetulnya tidak akan menjadi persoalan bagi masyarakat, sepanjang kebijakan tersebut memberikan solusi dan manfaat nyata bagi perbaikan dan peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu tidak ada pilihan, pembangunan manusia di Indonesia harus dititikberatkan pada aspek-aspek yang menjadi sumber kekuatan masyarakat dan bangsa, yaitu SDM yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan beramal shaleh, dan dilandasi pedoman hidup yang bersumber dari wahyu Tuhan YME, serta diwujudkan dalam perilaku kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penulis juga menegaskan kembali bahwa kebijakan pembaruan dalam pembangunan bangsa yang harus kita upayakan, pada hakikatnya harus merujuk pada proses rekonstruksi struktur kehidupan yang memberikan pengaruh timbal balik, baik secara kuantitatif maupun kualitatif menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kebijakan yang baik ialah kebijakan yang dapat membantu individu atau masyarakat dalam memecahkan setiap problema kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat yang lebih besar dan menyeluruh. Karena itu, kebijakan dalam pembaruan pendidikan semestinya diupayakan dalam rangka proses-proses penyesuaian diri setiap anggota masyarakat terhadap lingkungan sosial masyarakat pada umumnya.

Kebijakan dalam pembaruan manajemen pendidikan harus dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan ilmunya, harus senantiasa dapat meningkatkan keimanannya, dan kemudian diwujudkan dalam bentuk perilaku amal shaleh sehari-hari, baik shaleh terhadap diri, keluarga, masyarakat, alam, dan Tuhannya. Ilmu dalam pandangan Islam diperoleh dari hasil “belajar membaca” tentang alam dan dari Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Motivasi dan semangat masyarakat dalam mencari ilmu, hanya dapat diperoleh apabila masyarakat itu mempunyai kesempatan, kemauan dan selalu berusaha meningkatkan keimanannya. Begitu pula sebaliknya masyarakat yang mempunyai keimanan, bukan hanya karena mendapat hidayah dan karunia secara tiba-tiba, tetapi dihasilkan dari sebuah proses ikhtiar dan ijtihad yang mustahil tidak mendapatkan suatu hidayah dan karunia dari Tuhan YME. Ketiga unsur ini, yaitu ilmu, iman dan amal merupakan aspek yang patut diupayakan dalam mencapai insan-insan yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi.

Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa, kefakiran dan kemiskinan masyarakat akan dapat ditangani apabila masyarakat dan pemerintah menyadari dan bersama-bersama berusaha keluar dari belenggu keputusasaan dan kebodohan, belajar dari pengalaman masyarakat dan bangsa kita sendiri, bukan belajar dari pengalaman bangsa lain dan mampu membangkitkan partisipasi masyarakatnya sendiri dalam proses-proses pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, dalam upaya merumuskan kebijakan dalam pembaruan sistem manajemen pembangunan pendidikan yang berkualitas harus diarahkan pada:

  1. Keberanian untuk meninggalkan perasaan, kebanggan terhadap masa lalu dan diganti dengan orientasi kepada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik di masa depan.
  2. Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kehidupan hari ini, hari esok dan masa depan.
  3. Kesehatan dan kekuatan jasmani dan rohani sebagai sarana untuk melaksanakan ikhtiar dan berijtihad memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan hidup.
  4. Kepemilikan keimanan tinggi yang dapat memompa semangat berikhtiar dan berijtihad ke arah kehidupan yang lebih baik.
  5. Kepandaian dalam mensyukuri nikmat terhadap karunia Allah SWT yang diwujudkan dalam keshalehan pribadi dan keshalehan sosial.
  6. Kepemilikan dalam kesabaran dan keuletan dalam memperjuangkan kebutuhan, keinginan dan harapan-harapan hidup.
  7. Pemanfaatan kekayaan yang paling berharga yaitu, akal sebagai alat dalam memperjuangkan kebutuhan, keinginan dan harapan-harapannya.
  8. Peningkatan harkat dan martabat dan kemuliaan diri keluarga masyarakat, dan bangsanya melalui peningkatan akhlak dan budi pekertinya yang sesuai dengan pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  9. Peningkatan kemandirian yang dapat dijadikan modal utama untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsanya.
  10. Peningkatan apresiasi rasa hormat dan kesetiaan terhadap masyarakat dan bangsanya sendiri.

🙂 KEKURANGAN DAN KELEBIHAN BUKU:

  • Kekurangan:
  • Dalam hal teori memang buku ini cukup baik, namun dalam penggambaran kurang, hal tersebut dikarenakan tidak adanya contoh-contoh yang riil, yang mampu menggugah para pelaksana pendidikan untuk menerapkannya.
  • Pendidikan dan peradaban atau sejarah pendidikan itu merupakan pembelajaran yang cukup membingungkan, seharusnya di buku ditambah sebuah timeline untuk memudahkan dalam hal penggambarannya.

 

  • Kelebihan:
  • Buku ini mampu memberikan teori dan gambaran-gambaran berbagai kebijakan-kebijakan untuk pendidikan masa lalu yang seharusnya ada sebuah perubahan dan memang harus lebih di optimalkan, karena semua itu demi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Indonesia.
  • Buku ini mampu menjawab dan memberikan solusi atas permasalahan dunia pendidikan yang tengah labil dan kurang diperhatikan. Sehingga setelah membaca buku ini diharapkan pemerintah dan masyarakat berbenah diri sebelum membenahi permasalahan-permasalahan yang ada, khususnya pendidikan.
  • Buku ini mampu memberi referensi untuk setiap kebijakan dalam aspek pembaruan pendidikan sehingga mampu diapresiasi dan dilaksanakan dengan jelas. Jelas di sini maksudnya dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi rumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan dalam dalam pembangunan pendidikan melalui pembaruan sistem manajemen pendidikan.
  • Buku ini mampu memberitahu kita bahwa kebijakan pendidikan dapat dijadikan instrumen untuk melakukan perubahan, penyesuaian dan inovasi-inovasi ke arah yang lebih memberikan manfaat nyata.
  • Buku ini mampu menyadarkan kita bahwa manajemen pembangunan pendidikan harus dilaksanakan sekarang dan menyeluruh agar tidak mengakibatkan kerugian bagi generasi berikutnya.
  • Buku ini mampu menunjang pembelajaran bagi yang sedang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 yang konsentrasinya pada ilmu Kependidikan atau Tarbiyah.
  • Buku ini juga mampu dan bermanfaat bagi para pembuat kebijakan di setiap level pendidikan: Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi, serta para pembuat kebijakan di tingkat eksekutif dan legislatif.
Iklan

Sastra Bandingan Kisah Cinderella (Cinderella versi Yunani dengan Cinderella versi Film Ever After)

Kisah Cinderella, siapa yang tidak tahu dongeng dunia ini. Dongeng ini sering disebut-sebut berasal dari Yunani yang dianggap versi tertua dari cerita, dicatat oleh Strabo sejarawan Romawi di abad pertama SM.

Dalam dongeng ini diceritakan tentang seorang gadis bernama Rhodopis. Dia lahir di Yunani, tetapi ia telah diculik oleh bajak laut dan dibawa ke Mesir di mana ia dijual sebagai budak. Majikannya adalah seorang pria tua yang baik. Pria ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Rhodopis adalah seorang gadis cantik dengan mata berwarna hijau, rambut keriting yang berwarna keemasan dan kulitnya putih. Hal ini membuatnya tampak berbeda dengan pelayan-pelayan yang lain.

Pelayan-pelayan wanita yang lain merasa iri padanya, sehingga Rhodopis selalu diperlakukan kasar oleh mereka. Mereka memerintahkan Rhodopis untuk mencuci baju, membersihkan kebun, dan memanggang roti. Ia tidak memiliki teman manusia, hanya seekor binatang yang selalu setia menemaninya. Suatu malam Rhodopis sedang menari-nari di taman, lalu pria tua majikannya melihat dan mengamati tariannya. Ia sangat merasa kagum dengan tarian Rhodopis. Pria tua tersebut lalu membelikannya sepasang sandal. Sandal yang terbuat dari kulit berwarna merah emas dan terlihat sangat indah. Pelayan-pelayan wanita yang lainpun menjadi semakin membencinya.

Suatu hari, Firaun mengadakan sebuah pesta dan mengundang kerajaan lain untuk datang. Rhodopis dan pelayan-pelayan wanita lainnya tentu juga sangat menginginkan untuk pergi ke pesta tersebut. Sebagian dari pelayan-pelayan wanita itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk hadir ke pesta. Mereka melimpahkan semua tugasnya kepada Rhodopis dan melarangnya untuk pergi ke pesta. Rhodopis pun merasa sedih, lalu ia mencuci pakaian di sungai. Ketika ia sedang mencuci ia melihat seekor elang turun dan mengambil salah satu sandalnya dan elang itu langsung terbang tinggi entah kemana.

Firaun yang sedang duduk termenung saat pesta itu merasa terkejut dengan seekor elang yang tiba-tiba menghampirinya dan menjatuhkan sebuah sandal di pangkuannya. Karena merasa tertarik dengan sandal tersebut, Firaun memerintahkan anak buahnya untuk mencari wanita yang memiliki sandal itu. Begitu banyak rumah yang dikunjungi, namun tak juga menemukan pemiliknya. Sampai akhirnya di rumah pria tua tempat Rhodopis tinggal. Sementara para pelayan wanita sibuk mencoba sandal tersebut, Rhodopis bersembunyi di balik rerumputan. Firaun melihatnya dan memintanya untuk mencoba sandal tersebut.

Rhodopis lalu mencoba sandal itu dan mengeluarkan pasangannya. Setelah melihatnya, Firaun pun mengatakan bahwa Rhodopis akan menjadi ratunya. Para pelayan wanita lain merasa marah dan mengatakan bahwa Rhodopis hanyalah seorang budak dan bukan seorang gadis Mesir. Namun, Firaun tidak peduli dan tetap menjadikan Rhodopis sebagai ratunya. Akhirnya Rhodopis dan Firaun hidup bahagia selamanya.

Banyak kisah-kisah di dunia mengadaptasi dari kisah Cinderella ini, baik dalam bentuk cerita rakyat, film, lukisan maupun lagu. Dan yang yang akan dibahas kali ini adalah Ever After (1998) yang disutradarai oleh Andy Tenat, dan dimainkan oleh Danielle De Barbarac (Drew Barrymore), Pangeran Henry (Dougray Scott), Baroness Rodmilla De Ghent (Anjelica Huston), Marguerite (Megan Dodd) dan Jacqueline (Melanie Lynskey).

Menurut film ini, Danielle De Barbarac adalah kisah hidup dari Cinderella yang tinggal di Prancis. Danille adalah seorang perempuan muda yang cerdas, humoris, dan penuh semangat. Sama seperti cerita Cinderella, ayahnya juga wafat, dan ia terpaksa hidup bersama ibu tiri (Rodmilla) dan dua orang saudara tiri perempuannya, Marguerite dan Jacqueline. Ia dipaksa bekerja menjadi seorang pembantu oleh ibu dan salah satu saudara tirinya Marguerite.

Berbeda dengan saudaranya, Jacqueline selalu bersikap baik pada Danielle, namun ia tidak berani membela Danielle dihadapan ibu dan saudaranya. Berbeda dengan Cinderella dan pangeran dalam cerita yang jatuh cinta pada pandangan pertama, Danielle sudah beberapa kali bertemu dengan Pangeran Henry sebelum akhirnya mereka saling jatuh cinta. Danielle bertemu dengan Pangeran Henry saat ia membuat jatuh seorang pemuda yang berusaha mencuri seekor kuda milik  Ibu tirinya.

Ternyata pemuda tersebut bukanlah pencuri biasa karena ia adalah Pangeran Henry, putra mahkota kerajaan Perancis yang berusaha melarikan diri lantaran tidak ingin terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta yang diatur ayahnya. Lalu mereka bertemu kembali saat Danielle sedang menyamar sebagai seorang bangsawan atau countess untuk menyelamatkan seorang pelayan keluarganya dari penjara karena berutang. Danielle sempat terlibat dalam perdebatan seru dengan Pangeran Henry. Putra mahkota tersebut merasa mengenali Danielle, namun tidak ingat namanya.

Pangeran Henry yang merasa kagum akan keberanian dan semangat yang dimiliki oleh Danielle pun akhirnya jatuh cinta padanya. Sang pangeran berusaha untuk menemukan Danielle. Danielle yang juga mencintai pangeran berusaha menghindarinya karena takut pangeran akan menjauhinya jika mengetahui bahwa ia bukanlah bangsawan. Akhirnya kerjaan mengadakan sayembara untuk mencari calon istri untuk pangeran Henry. Saudara tiri Danielle yang bernama Marguerite memenangkan sayembara tersebut. Namun pada akhirnya Pangeran Henry menikah dengan Danielle berkat bantuan seseorang yang bernama Leonardo DaVinci. Mereka pun hidup bahagia.

Berikut adalah persamaan dan perbedaan antara Cinderella asli Yunani dengan film Ever After:

Persamaan & Perbedaan Cinderella versi Yunani Cinderella versi Film Ever After
Persamaan §  Tokoh Cinderella memiliki sikap yang baik dan wajah yang cantik.

§  Banyak wanita yang selalu merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh tokoh Cinderella.

§  Mengalami siksaan dan dipaksa membersihkan rumah.

§  Menikah dengan pangeran yang dicintainya.

Perbedaan § Tidak memiliki ibu dan saudara tiri.

§ Pandai menari.

§ Memiliki sepasang sandal yang salah satunya diambil oleh burung elang dan menjadi petunjuk bagi pangeran.

§ Memiliki ibu dan saudara tiri.

§ Salah satu saudara tirinya bersikap baik dan tidak suka memerintah.

§ Menolong ibu dan saudara tirinya dari penjara.

§ Sudah pernah bertemu dengan pangeran beberapa kali.

§ Dapat menikah dengan pangeran karena bantuan orang lain.

_Biorhimitzu_

PASIF

Tiba-tiba, aku jadi teringat…

Teringat bagaimana cueknya aku kala itu;

Teringat bagaimana cara belajarku kala itu;

Teringat bagaimana bencinya aku kala itu.

Semua itu berjalan hingga belasan tahun.

Aku pasrah dengan kosa kata yang kupunya;

Aku pasrah dengan tata kata yang kuketahui;

Aku pasrah dengan tata kalimat yang kukuasai.

Kini, masa-masa itu telah kulewati,

perlahan namun pasti.

Beriringan pergi bersama apa yang kupunya, kuketahui dan kukuasai.

Hanya reruntuhannya sajalah yang tersisa di kepala.

Berantakan, berserakan tak tertata dengan rapi.

Pernah sekali waktu,

mereka berlari dan berteriak memanggil-manggil aku.

Aku hanya menoleh,

lalu memalingkan lagi wajahku.

Benih itu kini mulai berbunga.

Bunga yang kuat tapi tak bersua.

Hanya mampu mendengar dan mengangguk.

Tanpa bisa menjawab atau mengkritik.

_Biorhimitzu_

Sinopsis Student Hijo

Cerita ini diawali dengan rencana orangtua Hijo yang menyekolahkan Hijo ke Belanda. Ayah Hijo, Raden Potronojo, berharap dengan Hijo ke Belanda bisa mengangkat derajat keluarganya. Walaupun keluarga Hijo sudah menjadi saudagar yang bisa menyamai gaya hidup kaum priyayi, ternyata belum mampu menyetarakan status soial, khususnya di mata orang-orang yang dekat dengan gouvernement, pemerintah kolonial. Sedangkan sang ibu, Raden Nganten Potronojo, khawatir melepas anaknya ke negeri yang dinilai memiliki “pergaulan” bebas.

Pendidikan di Belanda ternyata membuka mata dan pikiran yang sangat besar bagi Hijo. Hijo sang kutu buku yang terkenal “dingin” dan mendapat julukan “pendito” akhirnya terlibat hubungan seksual di luar nikah dengan Betje, putri directeur salah satu maatschapij yang rumahnya ditumpangi Hijo selama mengenyam pendidikan di Belanda. Namun, hal ini sangat bertentangan dengan batin Hijo. Sampai pada akhirnya Hijo memutuskan hubungan dengan Betje.

Permasalahan Hijo pun semakin rumit ketika perjodohan dengan Raden Ajeng Biru yang masih memiliki hubungan kerabat dengannya, meskipun sesungguhnya Hijo menyukai Raden Ajeng Wungu, putri Regent Jarak yang sangat cantik. Namun pada akhirnya, Hijo diberi kebebasan untuk memilih orang yang akan ia nikahkan. Pada akhirnya perjodohan antara mereka pun berubah haluan. Hijo dijodohkan dan menikah dengan Wungu, sementara Biru dengan Raden Mas Wardojo kakak laki-laki Wungu. Semua pihak baik yang menjodohkan dan yang dijodohkan, menerima dan bahagia.

Selain itu, pengalaman Hijo di negeri Belanda membuat ia mengetahui satu hal, yaitu ia melihat bahwa di negerinya sendiri bangsa Belanda ternyata tidak “setinggi” yang ia bayangkan. Justru di Belanda, Hijo sangat menikmati karena ia dapat memerintah orang-orang Belanda di hotel, restoran, atau di rumah tumpangan yang mustahil dilakukan di Hindia.

_Biorhimitzu_

Biografi Mas Marco (Marco Kartodikromo)

Marco Kartodikromo atau yang biasa dikenal Mas Marco, lahir di Cepu, Blora pada 1890. Ia adalah seorang wartawan dan seorang aktivis kebangkitan nasional asal Hindia-Belanda di masanya. Perannya sebagai aktivis itulah yang membuat dirinya keluar masuk penjara beberapa kali. Marco pun pernah menjabat sebagai sekretaris Sarekat Islam di Solo.

Marco terlahir sebagai anak seorang priyayi walaupun bapaknya hanya sebagai priyayi rendahan. Marco pernah bekerja di Semarang sebagai juru tulis di kantor pemerintahan. Di sanalah ia belajar bahasa Belanda.

Pada 1914 atau pada saat ia berusia 24 tahun, Marco pindah ke Surakarta dan mendirikan surat kabar Doenia Bergerak. Di surat kabarnya Marco menjadi penulis dan redaktur surat kabar bahkan ia tidak segan-segan mengkritik tatanan kolonial. Karena kritikannya itulah yang membuat ia dianggap sebagai orang yang pemberontak terhadap Belanda. Hingga akhirnya kritikannya itu membawa dirinya keluar masuk penjara. Ia pernah dipenjara oleh Belanda pada 1915, Mei 1917 hingga Februari 1918, dan 1926 diasingkan ke Digul, Irian Jaya hingga ia meninggal.

Setelah keluar dari penjara Weletyreden, Marco bergabung dengan Semaoen dan Darsono di Sinar Djawa, surat kabar milik Sarekat Islam di Semarang yang berhaluan sosialis. Di Koran tersebut Marco menerbitkan karya sastra berjudul Matahariah dan Student Hijo. Pada beberapa tahun kemudian, Marco sempat bergabung dengan Soerjopranoto di Sarekat Islam Yogyakarta. Pada saat ini, Marco menerbitkan majalah Pemimpin namun harus dibubarkan oleh Belanda.

Pada 1924, ia kembali aktif dalam pergerakannya. Ia tinggal di Salatiga. Di sana ia menerbitkan Jurnal Hidoep yang berisikan cerita Babad Tanah Djawi dan sejarah Jawa namun tulisan itu tidak terselesaikan.

Hingga akhirnya ia pindah ke Surakarta dan bergabung dengan Misbach yang pada saat itu organisasinya dekat dengan Partai Komunis Indonesia. Inilah yang membuat Marco diasingkan ke Digul, Irian Jaya hingga ia meninggal pada 1932.

_Biorhimitzu_

Arah

Ketika rekreasi minggu kemarin, aku melihat kereta “Commuter Line” pergi dari stasiun Kota ke arah stasiun Bogor begitu pula sebaliknya dari stasiun Bogor ke arah stasiun Kota.
Ketika sekolah, aku mempelajari; pada malam hari angin darat bertiup ke arah laut sedangkan pada siang hari angin laut bertiup ke arah darat.
Ketika mendaki, aku diberitahu; pada malam hari angin bertiup dari puncak gunung ke arah lembah dan pada siang hari angin bertiup dari lembah ke arah puncak gunung.
Ketika beribadah, aku arahkan semua gerakanku menuju Ka’bah.
Begitu pula ketika di kelas, aku harus bisa gunakan sistem dua arah.
Arah?
“Jurusan, tujuan atau maksud.” kata Kamus Besar di Negeriku.
Lalu, ada berapa banyak arah di dunia ini?
Harus ke arah mana kita di dunia ini?
Bagaimana cara kita untuk tahu arah yang benar?
Aku tidak tahu itu semua!
Tapi, yang aku tahu kita semua sudah disiapkan untuk mencapai-Nya.
Bagaimana agar kita mencapai-Nya?
Pilihannya hanya dua; mencapai-Nya dengan amal atau dengan cobaan yang tidak disukai sampai akhirnya berhasil mencapai-Nya.
Ya, hanya itu yang aku ketahui dan hanya itu yang menjagaku sampai saat ini.

_Biorhimitzu_