Selamat Tinggal Pensilku

Satu, dua, tiga, empat dan lima
Satu persatu goresan-goresan kau hapus
Tergantikan dengan goresan-goresanmu
Goresan tentang apa itu pertemuan
Goresan tentang apa itu perjalanan
Goresan tentang apa itu kebahagiaan
Goresan tentang apa itu canda dan tawa
Bahkan,
Goresan tentang serunya perdebatan persepsi kita
Semua tergores dan tersusun dengan rapi

Sampai pada suatu masa semua itu berubah
Berubah karena kelalaian juga ketidaksadaran
Aku menghilangkan alat tulisku itu
Membiarkannya tergeletak dan terdiam di sudut tempat itu
Sudut yang bahkan tak kuketahui itu di mana

Kini,
Tidak ada lagi goresan-goresan tentangmu
Tetap, tak bertambah dan juga tak berkurang
Goresan-goresan itu hanya diam dan termenung
Walaupun terkadang ia juga muncul dengan tiba-tiba
Sesekali muncul dan menari-nari, lalu diam lagi
Selalu begitu dan mungkin akan terus begitu

“Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga”
Kita semua tahu itu hanya secuil lirik
Tapi, terkadang kita tidak sadar dan mengabaikannya
Kita lupa untuk menjaga apa yang kita punya
Tidak merawat apa yang kita miliki
Juga, melalaikan apa kewajiban kita
Lalu, kita hanya bisa menyesali itu semua
Tak bisa apa-apa dan tak bisa akan apa
“Huft”… hanya itu yang terbesit di ujung bibir

Selamat Tinggal Pensilku
(Biorhimitzu – Kharisma Bangsa)

About biorhimitzu

''If you can dream it, you can do it''

Posted on 24 Februari 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: